Connect with us

Cerpen

MEMBACA: Banyak membaca, banyak lupa!

Published

on

Kejadian selesai membaca buku, lalu beberapa hari kemudian hampir tidak mengingat apapun dari isi buku tersebut, sudah sangat lumrah, sehingga banyak orang akhirnya berpikir: “Percuma membaca buku kalau akhirnya lupa juga.”
Saya dulu juga berpikir seperti itu.

Sampai suatu hari saya mendengar sebuah cerita sederhana.
Ada seorang murid yang datang kepada gurunya dan bertanya:

“Pak, saya sudah membaca banyak buku. Tapi saya merasa tidak memahami dan tidak mengingat isinya. Apa gunanya membaca kalau akhirnya lupa?”

Sang guru tidak langsung menjawab.
Sebagai gantinya, ia memberikan sebuah nampah bambu yang sangat kotor kepada murid itu dan berkata:

“Pergilah ke sungai dan bawakan saya air dengan nampah ini.”

Murid itu merasa aneh, tetapi ia tetap melakukannya.
Ia mengambil air dari sungai menggunakan nampah tersebut.
Namun tentu saja airnya langsung keluar dari celah-celah bambu. Tidak ada air yang sampai.
Ia mencoba lagi.
Dan lagi.
Tetap sama. Air selalu habis sebelum sampai.
Setelah berkali-kali mencoba, murid itu akhirnya menyerah.
Ia kembali kepada gurunya dan berkata:

“pak, saya gagal. Tidak mungkin membawa air dengan nampah seperti ini.”

Sang guru kemudian berkata dengan tenang:
“kamu memang tidak berhasil membawa airnya. Tapi coba lihat nampah yang kamu pegang.”

Murid itu melihat nampah tersebut.
Yang awalnya sangat kotor, sekarang menjadi jauh lebih bersih setelah berkali-kali terkena air sungai.
Lalu Sang guru berkata:

“Begitulah membaca buku.”

Mungkin kita tidak selalu bisa mengingat semua yang kita baca.
Mungkin kita tidak bisa menjelaskan kembali setiap halaman yang kita pelajari.
Tetapi tanpa kita sadari, pikiran kita sedang dibersihkan, dibentuk, dan diperluas.
Seperti nampah yang terkena air sungai, karna membaca tetap memberikan perubahan — bahkan ketika kita merasa tidak mendapatkan apa-apa.

jika suatu hari kita merasa membaca buku itu sia-sia karena tidak semuanya melekat di ingatan, ingatlah satu hal:
Tidak ada usaha yang benar-benar sia-sia.
Karena yang benar-benar sia-sia bukanlah membaca dan lupa.
Yang benar-benar sia-sia adalah tidak pernah mencoba sama sekali.

penulis: anugrah24

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2023 Miftahul Huda Pusat.

Cover
Radio Santri
Murottal, Kajian, dan Sholawat
🔉 🔊
Riadloh miftahul huda “husnudhon ka alloh”. Stroud flechas & dalton pllc | best car accident lawyers in southaven ms.