Connect with us

Literasi Islami

SUCI: Perbedaan Lafadz الطُّهُور dan الطَّهَارَة secara Bahasa dan Fiqih

Published

on

Dalam khazanah bahasa Arab, sering kita temui lafadz-lafadz yang berasal dari akar kata yang sama, namun menghadirkan nuansa makna yang berbeda. Di antara lafadz tersebut adalah الطُّهُور (ath-thuhūru) dan الطَّهَارَة (ath-thahārah), yang keduanya berakar dari kata طَهُرَ, bermakna “bersih” atau “suci”.
Sekilas, kedua istilah ini tampak serupa. Namun, dalam penggunaan bahasa maupun dalam istilah fiqih, masing-masing memiliki cakupan makna yang berbeda

Makna dan Penggunaan الطُّهُور (ath-thuhūru)

Lafadz الطُّهُور mengandung makna sesuatu yang tidak hanya suci, tetapi juga memiliki daya untuk mensucikan. Dengan kata lain, ia bersifat aktif, menjadi perantara yang mengantarkan seseorang dari keadaan tidak suci menuju kesucian.
Dalam konteks fiqih, lafadz ini bermakna menunjukkan media atau sarana bersuci, seperti air dan debu dalam tayammum.

Hal ini tampak dalam sabda Nabi:
الماءُ طَهُورٌ لا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ
Air itu suci dan tidak dapat ternajiskan oleh sesuatu.

Penggunaan kata طهور dalam hadits tersebut menegaskan bahwa air bukan sekadar bersih, melainkan juga memiliki kemampuan untuk membersihkan yang lain.

Contoh lain dalam kalimat:
هٰذَا الْمَاءُ طَهُورٌ
Air ini bersifat mensucikan.

Makna dan Penggunaan الطَّهَارَة (ath-thahārah)

Berbeda dengan itu, lafadz الطَّهَارَة merujuk pada keadaan suci atau proses menuju kesucian. Ia menggambarkan hasil akhir dari suatu upaya bersuci, atau kondisi yang setelah seseorang terbebas dari hadas dan najis.

Dalam fiqih, istilah ini menjadi konsep dasar yang mencakup berbagai bentuk ibadah bersuci, seperti wudhu, mandi wajib, dan tayammum.

Sebagaimana dalam ungkapan:
الطَّهَارَةُ شَرْطٌ لِلصَّلَاةِ
Bersuci adalah syarat sah shalat.
Atau dalam pernyataan:
أَنَا عَلَى طَهَارَةٍ
Saya berada dalam keadaan suci.

Selain itu, Al-Qur’an juga menyinggung makna ini melalui firman-Nya:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang menyucikan diri.

Garis Pembeda antara Keduanya

Perbedaan antara kedua lafadz ini terletak pada sudut pandang maknanya:

الطُّهُور
berorientasi pada sarana yang di gunakan untuk bersuci

الطَّهَارَة
berorientasi pada kondisi atau hasil dari proses bersuci

Dengan demikian, ath-thuhūru adalah perantara, sedangkan ath-thahārah adalah tujuan yang hendak dicapai.

Ilustrasi Sederhana

Untuk mempermudah pemahaman, dapat dianalogikan bahwa:

الطُّهُور
adalah alat pembersih

الطَّهَارَة
adalah keadaan bersih yang dihasilkan
Keduanya tidak dapat dipisahkan, namun juga tidak dapat disamakan.

Kesimpulan

Meskipun berasal dari akar kata yang sama, lafadz الطُّهُور dan الطَّهَارَة memiliki perbedaan mendasar dalam makna dan penggunaannya.

Ath-thuhūru merujuk pada sesuatu yang bersifat mensucikan dan berfungsi sebagai sarana, sedangkan ath-thahārah merujuk pada kondisi atau proses bersuci itu sendiri.

Memahami perbedaan ini menjadi penting, terutama dalam kajian fiqih, agar penggunaan istilah tidak keliru dan makna yang di maksud dapat tersampaikan secara tepat.

penulis: anugrah24

Copyright © 2023 Miftahul Huda Pusat.

Cover
Radio Santri
Murottal, Kajian, dan Sholawat
🔉 🔊
Hadiri kkl i pemuda katolik, ini pesan gubernur bali i wayan koster.